Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Limestone

Mempertahankan Bangunan Bersejarah di Indonesia

Gareja di Semarang 1753 Bangunan Bersejarah Bangunan di Indonesia sebelum tahun 70 an menggunakan Gamping sebagai pengikat dengan pasir atau bata atau genteng yang dihancurkan. Pasangan Bata, Plester, Acian dan Pasangan Keramik harus lebih flexibel dan tidak mudah retak dan lepas. Kiln untuk Gamping Gamping reaksi dengan air Gamping terbuat dari batu kapur (CaCO3)yang dipanaskan sampai 900°C selama 4 hari sehingga materialnya dapat membentuk reaksi yang cepat apabila dicampurkan dengan air selama 2 minggu, setelah itu siap digunakan untuk campuran pasir dan pecahan bata atau genteng. Bangunan bersejarah mudah dalam perawatan dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama Bangunan tersebut secara regular di cat dan apabila terjadi kebocoran harus cepat diperbaiki. Limestone  Arch Perbaikan bangunan bersejarah sebaiknya ditangani oleh tukang yang profesional yang mengerti material dan cara aplikasi yang tepat.  Umumnya ada konsultan khusus untuk mengawasi pekerjaan ini untuk me...

Limestone

" Sejarah terbentuknya penggunaan batu kapur ( limestone ) untuk semen, beton dan mortar dari zaman Mesir, Romawi dan Modern. "   Penciptaan kapur dari kerang dan karan Batu kapur atau calcium carbonate (CaCO3) terbentuk lebih dari 30 sampai 500 juta tahun yang lalu, yang berasal dari kerang, karang, ikan purba dan kalsium yang mengendap dari dasar laut membentuk lapisan dari batuan kapur. Tekanan dan panas dari bumi selama jutaan tahun dapat memadatkan dan mengkristalkan  hal diatas menjadi batuan kapur, dimana tekanan yang lebih ekstrim akan membentuk marmer. Pada saat ini apabila kita menambang batu kapur untuk membuat semen maka kita akan menjumpai sisa-sisa fosil kerang dan karang yang masih menempel pada batu kapur. Ada banyak contoh dalam sejarah mortar yang menggunakan kapur, tanah liat, bitumen atau gipsum yang secara alami ditemukan di dalam tanah. Batu kapur (Limestone) dapat berubah menjadi “kapur reaktif” apabila mendapatkan pemanasan sampai 900°C, yang apab...